Aturan Screen Time Bagi Anak yang Wajib Bunda Ketahui

November 14, 2018

 Screen time untuk anak memiliki aturan dan batasan tertentu
Foto : Unsplash.com
Kurang lebih, sejak awal tahun 2018 saya dan suami sepakat untuk meniadakan televisi di rumah , meski awalnya berat dan butuh pertimbangan banyak, terutama dari saya sebagai emak yang terkadang (bukan hanya terkadang ya, hhe), butuh sarana refreshing ditengah hiruk pikuk mengurus rumah tangga dan 2 balita. Namun, melihat kedua buah hati yang semakin besar ada kekhawatiran tersendiri melihat tayangan televisi yang kurang mendidik. Akhirnya Bismillah, kami mulai meniadakan tayangan televisi di rumah. Kalaupun suatu hari nanti ingin ada televisi lagi di rumah, rencananya kami hanya akan memasang channel TV dakwah saja seperti Rodja TV.

Beberapa bulan pertama rasanya nyaman tak ada kendala, namun di tengah jalan rasanya saya kok kerepotan ya, ketika harus memasak atau beberes, saya butuh suatu hal yang bisa membuat 2 balita saya "anteng". Mainan sudah dicoba, tapi kok ya kurang bisa membuat saya tenang menuntaskan urusan domestik.

Baca juga : Tetap Happy Tanpa Asisten Rumah Tangga

Alhasil, setelah berdiskusi dengan suami, kami pun memberikan laptop untuk "screen time" si kecil, karena di rumah memang sudah terpasang WiFi. Namun, setelah saya pelajari ternyata untuk menerapkan screen time pada anak ada rambu-rambunya lho Bund !, Yuk ah simak penjelasannya dibawah ini !

1. Aturan Durasi Screen Time

Screen time untuk anak harus dibatasi dari segi durasi waktu
Foto : Unsplash.com
Berdasarkan informasi di mommiesdaily.com,  ada aturan dari American Academy of Pediatric (AAP) tentang penggunaan gadget untuk anak, yakni :
  1. Untuk anak dibawah 18 bulan, dilarang menggunakan gadget dalam bentuk apapun, kecuali video-chatting. Sementara itu, orangtua dari anak yang berusia 18 bulan hingga 24 bulan yang ingin mengenalkan media digital, sebaiknya memilih program yang berkualitas tinggi. Dan jangan lupa dampingi si kecil saat menonton tayangan tersebut, sambil memberikan pengertian tentang tayangan yang sedang si kecil tonton.
  2. Bagi anak yang berusia 2 sampai 5 tahun, batasi 1 jam per hari, dan hanya untuk program yang berkualitas. Orangtua (masih) harus mendampingi anak saat menggunakan gadget.
  3. Untuk anak yang berusia 6 tahun dan lebih, tentukan batas waktu mereka menggunakan media digital, dan tipe media yang digunakan. Dan pastikan, gadget tidak mengambil porsi waktu tidur, aktivitas fisik dan kebiasaan baik lainnya yang mendukung kesehatan si kecil.
  4. Ciptakan momen kebersamaan, tanpa gadget. Contohnya makan malam bersama, berkendara bersama, dsb.
  5. Membiasakan memiliki komunikasi rutin, tentang aturan main dan keamanan menjadi pengguna media online. Dan bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik, entah itu ketika berkomunikasi via media online maupun offline.
2. Jenis Tayangannya Harus Banget diperhatikan Ya, Bund !

Orangtua harus memilih tayangan yang baik untuk anak
Foto : Unsplash.com
Betapa tidak sedikit orangtua yang abai dengan tayangan yang dilihat anak. Padahal jiwa anak yang masih kecil itu ibarat kaset kosong, apa saja yang ia lihat dan ia dengar tentu akan mudah ia rekam. Tak hanya gadget ya, Bund, tayangan televisi pun tak bisa semuanya bisa ditonton oleh anak. Itulah yang menjadi alasan saya untuk, Ya, lebih baik screen time via laptop saja biar kita bisa memilah dan memilih tayangan yang cocok dan baik untuk anak. Tentu sebagai orang dewasa kita paham ya, bund mana tontonan yang baik dan yang tidak baik, terkadang film kartun pun ada hal-hal yang kurang pantas untuk dikonsumsi anak, seperti misalnya perkataan yang mengandung bully atau kata-kata kasar, sehingga sebelum memilih tayangan yang baik, kita cari info sebanyak-banyaknya ya,Bund !

Untuk tayangan anak, saya rekomendasikan :
1. Yufid Kids, disana ada tokoh kartun bernama Nisa yang mengenalkan anak tentang huruf hijaiyah, doa sehari-hari, abjad, belajar berhitung, dsb. Dengan gambar dan visual yang menarik, tayangan ini sangat cocok untuk si kecil.
2. Sekolah Sahabat Bunayya TV, tayangan tentang liputan sekolah-sekolah di Indonesia ini cocok bagi orangtua yang ingin mengenalkan anak tentang sekolah
3. Rodja Ceria, tayangan tentang aktivitas seru anak-anak, seperti membuat DIY, belajar bahasa Arab, juga kisah nabi-nabi dan para sahabat.
4. Streaming Bunayya TV, Bunayya Tv merupakan channel TV anak yang sangat saya rekomendasikan agar si kecil akrab dengan ajaran islam sejak dini


3. Jangan Lupa Dampingi Anak Saat Menonton, Ya, Bund !

Anak perlu pendampingan orangtua saat screen time berlangsung
Foto : Unsplash.com
Usia dibawah 7 tahun adalah masa-masa penting untuk terbentuknya bonding atau kelekatan dengan anak. Untuk itu, jangan biarkan si kecil menonton sendiri tanpa didampingi ya, bund. Meski terkadang saat si kecil sedang menonton, kita sibuk dengan urusan domestik, namun sesekali ajaklah ia berbincang tentang tayangan yang sedang ia tonton, masuklah ke dunianya.
Dan lagi yang harus diwaspadai adalah kasus speech delay yang banyak dialami balita dikarenakan terlalu asyik menonton TV atau gadget sehingga kemampuan bicaranya menjadi terganggu, bahkan jika sudah parah maka harus menjalani terapi di klinik tumbuh kembang.

4. Screen Time tidak Boleh Membuat Kemampuan Bersosialisasi Anak Menjadi Terganggu

Gadget tidak boleh menjadi penghalang anak untuk berinteraksi dengan orang lain
Foto : Unsplash.com
Saya sering menemukan anak atau bahkan remaja yang saking asyik dengan gadgetnya hingga ia lupa bagaimana bersikap baik dan sopan kepada orang lain terutama orang yang lebih tua. Ada balita atau anak kecil yang ketika ditanya orang lain hanya diam saja dan asyik dengan gadgetnya. Juga ada remaja yang ketika diajak mengobrol dengan oranglain, dijawab seadanya. Dan, yang lebih menjengkelkan ketika di kendaraan umum ia duduk asyik dibangkunya sedangkan disebelahnya ada lansia atau ibu hamil, Duh, kemanakah rasa empati mereka ?.
Untuk itu, tetap ya, Bund, ajarkan anak kita bagaiman beretika terhadap orang lain serta memiliki attitude yang baik. Kalau sedang kumpul keluarga atau berbicara dengan orang lain, maka simpan dulu gadgetnya, fokuslah pada lawan bicara.

Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat ya, Bund ! Yuk, ah selalu dampingi tumbuh kembang anak kita, kitalah yang akan mengisi sebagian besar "kaset kosong" tersebut, semoga apa yang mereka lihat dan dengar adalah hal-hal baik saja,

Selalu ingat bahwa " Dunia ini luas !. Jika duniamu hanya seluas layar gadget, maka kau akan melewatkan banyak hal baik dan akan sulit untuk benar-benar memaknai hidup ini !".

You Might Also Like

25 komentar

  1. Kalau sy masih ada tv di rumah, hanya waktu nontonnya yg di batasi dan di atur, akhirnya anak2 jadi tidak asyik nonton.😁

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah kembali mengingatkan. Betapa pengaruh gawai memang telah banyak merusak anak-anak kita. Tentunya, semua tak lepas dari pengaruh orang tua. Semoga kita semakin bijak menyikapi kemajuan teknologi ini.

    BalasHapus
  3. Saya masih belum bisa lepas dari tv n gawai. Tapi penggunaannya saja yang dibatasi.

    BalasHapus
  4. Mendampingi anak saat menonton semakin sering dilupakan padahal ini fase penting pembentukan karakter anak

    BalasHapus
  5. Wuah, rekomendasi buat tontonan tengkyu banget lho mbaaa.

    BalasHapus
  6. Antena tv di rumah dibiarin rusak biar gak betah nonton lama-lama hehehe

    BalasHapus
  7. di rumah masih ada TV, penggunaannya pas anak-anak libur sekolah aja..
    Saya sendiri jarang nonton TV

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meilawati Nurhani16 November 2018 06.39

      Sama Mba..pas ada TV Saya juga jarang puNya waktu buat anteng Duduk di depan TV hhe

      Hapus
  8. Wah, langsung Dhika catet ini mbak rekomendasi tayangab anaknya. Kalau yang rodja kids itu ada di rodja tv?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meilawati Nurhani16 November 2018 06.38

      Hhe..iya mba mgkn rekomendasi Yg lain banyak, tapi Saya baru tau itu saja.. �� kalo rodja ceria biasanya di Chanel rodja TV setiap Hari sabtu minggu, tapi cari di yutub juga suka ada kok mba

      Hapus
  9. Terima kasih sharingnya, Mbak. Bermanfaat sekali 😊

    BalasHapus
  10. Lebih baik nonton tv daripada main hp. Lebih baik main di luar dari pada nonton tv. Bundamau pilih yang mana?

    BalasHapus
  11. Rekomendasi tayangan anaknya masya Allah. Terima kasih ya, bagus banget tuh untuk anak-anak.

    BalasHapus
  12. Saya emang dasarnya gak suka nonton dari dulu, jadi pernah dua tahunan gak nonton tv karena tv rusak. Sekarang ada tv di rumah, tapi tetep jarang dinyalakan. Paling nonton Upin Ipin.

    Terima kasih rekomendasi tontonan anaknya ya,Bun.Baru tahu kalau ada yufidkids dan Rodja ceria.

    BalasHapus
  13. Pilihan orang beda-beda sih ya mba. Kalo buat saya, tv masih jd andalan untuk mendapat siaran berita nasional dan intrnasional. Nggak pernah nonton sinetron. Kalaupun disetel buat anak ya film kartun. Kasihan juga kalau di jaman digital gini anak gak tersentuh teknologi. Di bbrp kasus, terlalu ekstrim jadi antimainstream justru jd celah masuknya nilai-nilai antisosial. Jadi kalau memang memutuskan meniadakan tv atau sarana apapun yang menghubungkan kita dengan dunia luar, kita punya PR besar untuk mendidik diri sendiri tetap menjadi makhluk sosial dan memiliki hubungan yg indah dengan sekitar.

    semangat mba!

    BalasHapus
  14. Wah, Masih ada TV di keluarga kami, sih. Tapi emang disetel sesekali saja. Biasanya nonton berita terkini. Anaknya saya malah ga suka nonton Tv. Tapi sejak 2 th dia udah kenal tablet, nontonny tetap saya dampingi tentunya. Bener, Mbak. Waktunya tetep harus dibatasi. Alhamdulillah anak saya malah sukanya main bola di teras atau halaman :) sebelum batas habis, dia udah pengen keluar melulu

    BalasHapus
  15. Terima kasih sudah mengingatkan Mbak..
    Aku sejak pindah dari luar ke Indonesia lagi enggak nyalain TV kecuali channel berbayar. Jadi terkontrol tontonan anak-anak. Dan emaknya juga jadi bisa ngilangin kebiasaan nonton yang berseri hihihi..Pokoknya dalam sehari tipi belum tentu nyala..tapi diganti WiFi, meski tetap ada aturannya
    Tapi bagus sih dampaknya, Alhamdulillah

    BalasHapus
  16. Hihihi ... Saya termasuk emak-emak galak kalau soal gadget. Bolehnya di Sabtu-Minggu dan ditentukan durasinya. Tapi nggak benar-benar menjauhkan juga karena ada masanya mereka akan membutuhkan.

    BalasHapus
  17. Di rumah saya, televisi wajib ada heuu.. Bukan untuk saya sih tetapi untuk bapak dan anak laki-laki saya. NONTON BOLA! Taraaa.... semuanya serba bola. Saya dan sibungsu cuman nonton yang teriak-teriak nonton bola. Garing kan?

    BalasHapus
  18. Waah...saya dulu selalu menemani anak2 klo nonton tv, terutama saat akhir pekan. Klo hari kerja, saya catat acara anak2 apa & jam tayangnya. Maklum dulu baru ada tvri & rcti msh dg langganan, ga seperti sekarang....beratnya jadi orangtua jaman now..hehhe

    BalasHapus
  19. TV di rumah sekarang manteng di Nick Jr, lumayan sih acaranya walaupun bukan konten islami. Kalau kayak Yudis kids, Roda ceria itu streaming ya mbak? Bukan di TV berbayar?

    BalasHapus
  20. Anak saya berusia 18 bulan
    Dia enggak suka nonton tv
    Tp y emang lebih aktif secara fisik sih wkk

    BalasHapus
  21. Setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam menyajikan tontonan yang baik ya, mba. Kalau saya tv tidak bisa dihilangkan dari rumah. Untuk tayangan anak bisa pilih tayangan yang sesuai usianya

    BalasHapus
  22. Kereen mak..
    Saya dan suami juga rencananya juga gitu InsyaAllah...

    BalasHapus